Waspada Diare Pada Anak




Semua orang tua mungkin pernah merasakan anak mengalami diare. Walaupun sebagian besar sembuh dengan sendirinya tetapi diare merupakan penyakit yang harus sangat diwaspadai karena diare merupakan penyakit yang sampai saat ini menjadi penyebab utama kesakitan dan kematian pada anak. Pada negara berkembang  diare menduduki 5 besar penyebab kematian pada anak sedangkan di Indonesia menajdi penyebab tertinggi kematian pada bayi yaitu 42% dan anak yaitu 25,2%.
Diare didefinisikan sebagai perubahan konsistensi atau frekuensi buang air besar dibandingkan biasanya. Ada pula definisi yang menyebutkan diare lebih dari 3 kali perhari disertai perubahan konsistensi menjadi lebih cair dengan atau tanpa disertai lendir dan darah. Diare dapat disebabkan bermacam-macam hal seperti infeksi virus, bakteri, parasit atau intoleransi (ketidakmampuan saluran pencernaan dalam mengolah suatu zat dalam tubuh). Penularan diare adalah fekal(tinja) – oral(mulut) yaitu masuknya makanan atau minuman yang tercemar kuman dan biasanya kuman tersebut berasal dari tinja seseorang. Kuman terbanyak penyebab diare di negara berkembang adalah Rotavirus, Escherichia coli, Shigella, Campylobacter jejuni, Giardia dan Cryptosporidium.
Bagaimana mengobati diare? Karena penyebab tersering diare adalah virus maka diare sebagian besar akan sembuh dengan sendirinya. Pengobatan yang perlu dilakukan adalah :
  1. menjaga agar anak tidak mengalami dehidrasi selama diare tersebut (rehidrasi). Mencegah dehidrasi dapat dilakukan dengan memberikan cairan rumah tangga seperti air putih, kuah sup, kuah sayur, kaldu ayam atau dengan cairan oralit. Jumlah cairan yang dibutuhkan adalah 10 ml/kg berat badan tiap anak BAB. Contoh seorang anak berat 10 kg maka setiap anak BAB maka anak tersebut harus minum 100 ml untuk menggantikan cairan yang hilang. Atau bisa juga dengan cara mudah yaitu berikan 50 – 100 ml cairan tiap BAB pada anak kurang dari 2 tahun dan 100-200 ml pada anak usia lebih dari 2 tahun.
  2. Penggunaan antibiotika tidak dianjurkan pada diare karena virus. Penggunaan antibiotika hanya dianjurkan pada diare karena bakteri (disentri) yang memiliki gejala diare berlendir dan atau berdarah. Selain itu antibiotika dipertimbangkan pada diare lebih dari 1 minggu.
  3. Pemberian vitamin zinc merupakan penemuan terbaru pada terapi diare. Banyak literatur menunjukkan bahwa vitamin zinc selama 10-14 hari mempercepat penyembuhan diare dan dapat mencegah terjadinya diare dikemudian hari.
  4. Bila anak diare pastikan anak tetap makan dan minum dengan baik karena dengan nutrisi yang baik maka diare akan lebih cepat teratasi.
Perlu diingat diare dapat menyebabkan kematian. Selain itu diare akan menyebabkan beban ekonomi bertambah yaitu untuk biaya pengobatan dan sering kali untuk biaya perawatan di rumah sakit. Anak yang sering mengalami diare juga pada akhirnya akan mengalami kekurangan gizi sehingga bila berlanjut akan berdampak pada tumbuh kembang anak tersebut.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

4 Tipe Bos

Tips Galau

Biar Keliatan Pinter: Otak Kiri atau Otak kanan?