Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2012

Sempat Jadi Babysitter, Kini Jadi "Ratu Kecantikan"

Gambar
PASTI Anda sudah tidak asing lagi mendengar nama Martha Tilaar. Ya, dia adalah salah satu wanita tersukses yang dimiliki Indonesia, karena bisnisnya di bidang kosmetika maupun ramuan tradisional. Wanita kelahiran Kebumen 4 September 1937 ini merupakan istri dari Henry A Rudolf Tilaar. Dari Henry, Martha memiliki empat orang anak, yaitu Bryan Emil Tilaar, Pinkan Tilaar, Wulan Tilaar, dan Kilala Tilaar. Keempat buah hatinya ini mengikuti jejak sang bunda dan diikutsertakan dalam bisnis yang digelutinya. Kesuksesan wanita yang akrab disapa Martha ini bukan lah tanpa perjuangan dan kerja keras. Berbekal kepercayaan dan keyakinan bahwa dirinya mampu, Martha kini sukses merajai pasar kosmetika di Tanah Air. Mengawali kariernya sebagai guru, Martha pergi untuk mengadu nasib di Negeri Paman Sam, Amerika Serikat (AS) pada 1963. Ketika di sana, Martha mencari penghasilan tambahan dengan menjadi penjaga anak ( babysitter ). Kala itu, Martha memasang pamflet di toko-toko yang bertuli

Nico Omer, Lari Maraton di Belgia Sampai Analisa Pasar Saham

Gambar
بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ JALAN hidup seseorang memang sulit ditebak. Hari ini mungkin orang tersebut menjadi atlet, tetapi bisa jadi beberapa waktu kemudian kala ditemui lagi orang tersebut telah beralih profesi sebagai analis. Itulah yang terjadi pada Nico Omer Jonckheere. Meninggalkan dunia lari maraton di Belgia, Nico Omer melabuhkan hidupnya ke pasar saham. Awalnya, pria yang hobi membaca buku ini coba-coba melakukan investasi di pasar modal Indonesia. Namun, investasi di bursa saham kala 1998, terhantam badai krisis Asia. Indonesia sendiri memasuki fase yang disebut krisis moneter. Tak pelak, tiga tahun pertama investasi Nico pun mengalami kerugian. Meski begitu, Nico tetap ngotot mencoba, hingga tak jarang banyak orang yang cenderung menertawakan dirinya, karena saat itu investasi di pasar saham terimbas sentimen negatif Asia. "Banyak orang yang menertawakan saya. Banyak yang bilang bahwa saya mempunyai hampa (tidak mempunyai apa-apa), dan banyak j

Mantan Pengamen yang Sukses Raup Rp400 Juta/Bulan

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ SEBUAH bisnis tak melulu harus berupa barang. Kala kita punya kemampuan ditambah kemauan, serta semangat pantang menyerah, maka setiap orang niscaya akan berhasil. Contoh saja Siswadi, dengan semangat pantang menyerahnya, dia memutuskan untuk membuka sebuah usaha. Bukan usaha di bidang barang yang dia tekuni, namun jasa. Tidak perlu jasa yang besar, dia hanya memanfaatkan kemampuanya yang diserap lewat pendidikan dan pengalamannya. Bersama lima orang temannya, Siswadi memutuskan untuk membuka bisnis bimbingan belajar (bimbel) di daerah Matraman, Jakarta. Namun, dalam menjalankan sebuah usaha, memang tak semudah yang dibayangkan. Belum apa-apa, Siswadi dan temannya harus berjibaku dengan masalah tempat usaha bimbel. Karena memang tidak mempunyai modal, Siswadi tidak dapat mendirikan bimbel tersebut di tempat yang terbilang strategis. Mereka pun harus puas membuka bimbel di rumah kosong milik temannya di Jalan Kayu manis 6 nomor 33. Kala

Handry Satriago Sukses Pimpin GE dari Kursi Roda

Gambar
بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ KEKURANGAN anggota tubuh bagi setiap orang adalah ujian yang sangat berat, sehingga bisa saja orang tersebut mengalami depresi yang luar biasa dahsyat. Namun tidak bagi Handry Satriago, Presiden Direktur General Electric Indonesia. Handry yang punya keterbatasan kepada kedua kakinya ternyata mampu melangkah jauh dari apa yang sanggup dibayangkan orang. Dirinya mampu mengatasi kekurangan tersebut dengan kelebihan yang dia miliki. Pada usia 18 tahun, Handry didiagnosis mengidap kanker kelenjar getah bening di tulang belakangnya. Saat itu Handry tidak menyangka bila dirinya akan duduk di kursi roda hingga bertahun-tahun. "Itu terjadi di tengah-tengah tahun kejayaanku," ungkap Handry kepada okezone beberapa waktu lalu. Namun, semangat hidup dan dukungan lingkungan yang kuat mampu mengalahkan banyak persoalan yang dihadapi Handry. Dia berhasil menyelesaikan S-1 jurusan teknik bioindustrinya di Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan

Sofyan Basir: Siapa Bilang BRI Itu Hanya Bank Desa?

Gambar
بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ Bank Rakyat Indonesia (BRI) dulu kerap diidentikkan dengan bank pasar dan desa. Tetapi kini, bank pelat merah itu telah berubah menjadi bank modern yang siap bersaing dengan bank umum lain. Lain dulu, lain sekarang. Mungkin asumsi itu bisa dilekatkan kepada BRI. Maklum, saat ini kiprah BRI jauh berbeda dengan beberapa tahun lalu. Dulu banyak orang beranggapan BRI adalah bank pasar, karena lebih banyak beroperasi di sekitar pasar tradisional. Pasar adalah tempat di mana masyarakat banyak berinteraksi di pasar-pasar tradisional. Tetapi itu dulu, kini BRI telah menjadi bank modern yang siap bersaing dengan bank umum lain. Kendati begitu BRI tetap mempertahankan visi bisnisnya yang memberikan perhatian besar pada masyarakat desa. Perubahan wajah BRI tersebut tidak terlepas dari peran Sofyan Basir sebagai direktur utama. Setidaknya, di bawah kepemimpinannya, BRI memperlihatkan kinerja yang terus meningkat. Hal ini misalnya terlihat pada pen

Si Happy yang Ubah PT Pos dari Pola Birokrat Jadi Entrepreneur

Gambar
بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ Pada masa lalu hingga pertengahan era 1990-an, kantor pos menjadi satu tempat yang sering dikunjungi masyarakat. Pasalnya, kantor pos menjadi jembatan komunikasi masyarakat dengan sanak keluarga. Terlebih di saat perayaan hari raya, kantor pos selalu kebanjiran pengiriman kartu ucapan. Selain sebagai lembaga yang bisa menghubungkan masyarakat, keberadaan kantor pos secara tidak langsung menumbuhkan budaya menulis di kalangan masyarakat, meski hanya menulis surat cinta atau surat lamaran. Terlebih jika melihat kotak bus surat yang ada di tepi jalan. Nasibnya hanya menjadi tegakan besi kotak tanpa arti. Padahal, dulu keberadaan kotak bus surat sempat menjadi salah satu primadona bagi masyarakat yang lokasinya jauh dari kantor pos. Setidaknya, kantor pos dengan segala instrumennya pernah memiliki masa jaya. Kini seiring perkembangan teknologi, eksistensi kantor pos tinggal kenangan. Tanpa harus menuding, kemajuan teknologi disebut-sebut

Sang Pendekar Silat Merangkap Arsitek Inovasi

Gambar
بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ Dwi Soetjipto sejak 2005 ditunjuk sebagai direktur utama (dirut) PT Semen Gresik (Persero) Tbk. Sampai sekarang sarjana teknik kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya ini dipercaya menjadi orang nomor satu BUMN tersebut. Dalam kurun waktu itu, mantan Dirut PT Semen Padang (Persero), periode 2003-2005, ini mampu mencatat prestasi yang luar biasa. Selama lima tahun terakhir, revenue meningkat 64 persen dari Rp8,738 triliun tahun anggaran 2006 menjadi Rp14,344 triliun pada 2010. Selain itu, growth profit meningkat 105 persen dari Rp3,328 triliun pada 2006 menjadi Rp6,810 triliun pada 2010. Adapun opening profit meningkat 122 persen dari Rp2,234 triliun menjadi Rp4,970 triliun pada 2010. Bahkan, laba bersih ditambahkan kembali dengan beban bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi ( earning before interest , taxes , depreciation and amortization /EBITDA) meningkat 152 persen dari Rp1,779 triliun pada 2006 menjadi Rp4,489 triliun p

Ambisi Sang Dirut Sejajarkan BEI dengan Bursa Dunia

Gambar
بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ PASAR modal Indonesia saat ini semakin kuat dengan terus bertambahnya emiten yang mencatat namanya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Di balik terus berkembangnya BEI, tentunya banyak orang yang bekerja di belakang layar sebagai tiang penopangnya. Salah satu orang yang mempunyai peranan cukup besar dalam perkembangan BEI adalah Direktur Utama BEI Ito Warsito yang mulai menjabat sejak 2009 lalu. Lelaki berkacamata yang lahir 51 tahun yang lalu ini memulai karirnya menjadi Staf Badan Akuntansi Keuangan Negara di Departemen Keuangan atau saat ini lebih dikenal dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pada 1994. Sebelumnya, dia memulai pendidikan Strata 1 di Sekolah Tinggi Administrasi Negara (STAN) jurusan akuntansi pada 1989. Saat menjadi staf di Kemenkeu itulah, dirinya memperoleh beasiswa dari Harvard Business School. Dia mengenyam pendidikan di sana mulai 1992 dan lulus pada 1994. "Di Kementerian Keuangan ada proyek pengembangan Sumb

Si Pembuat Kecap yang Tak Takut Ambil Risiko

Gambar
بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ NAMA Yuzaburo Mogi, pasti terasa asing di telinga Anda. Namun bila Anda mendengar kata Kikkoman, pasti sudah tak asing lagi, khususnya bagi para ibu tangga dan mereka yang doyan masak. Ya, dia adalah CEO kehormatan dan ketua dewan direksi perusahaan Kikkoman. Perusahaan yang diklaim memberikan keamanan dan kenyamanan untuk konsumen dalam mengonsumi makanan Jepang setelah adanya kekhwatiran tentang keamanan produk makanan akibat bencana tsunami pada 2011. Kendati bencana mengancam, Mogi kembali bangkit untuk mengejar kebijakan keselamatan dalam sebuah produk manufakturing, termasuk untuk mengonfirmasi dan mengusut asal usul bahan baku. Dirinya tak segan melakukan inspeksi secara sukarela demi keamanan para pelanggannya. "Sebagai hasilnya, konsumen tidak akan ada masalah ketika menggunakan produk Kikkoman," kata Mogi seperti dikutip okezone dari majalah Forbes . Mogi sendiri mulai bergabung dengan perusahaan Kikkoman pada 1958. S

Yoris Sebastian, Pencipta Inovasi yang Out of Box

Gambar
بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ SETIAP orang bisa menjadi kreatif. Setiap orang bisa menciptakan inovasi. Selama mereka mau berusaha dan bekerja keras, semua kreativitas pasti akan muncul. Tampaknya, hal tersebut ada dalam salah satu kepribadian anak muda yang penuh dengan kreativitas ini, Yoris Sebastian. Dialah pengusaha Indonesia yang selama ini dikenal bergerak dalam bidang industri kreatif. Di saat anak-anak seusianya masih mengandalkan uang orangtua, saat masih duduk di bangku sekolah ia berjualan kaos meskipun dilarang oleh gurunya. "Dulu saya jualan kaos dilarang, sekarang cuma kasih konsep sudah di bayar mahal," tawanya kepada okezone, beberapa waktu lalu. Selepas kuliah di SMA Pangudi Luhur, ia pun memutuskan untuk magang di Majalah Hai. Di sanalah Yoris mulai berkecimpung dalam dunia kreatif. Terlahir di Ujung Pandang, 5 Agustus 1972, diusianya yang ke-26 tahun pun Yoris sudah terpilih menjadi General Manager (GM) Hard Rock Cafe Indonesia. Dia pun

Kiat CEO XL Hadapi Tantangan

Gambar
بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ Menjadi pemimpin sebuah perusahaan besar tidaklah mudah. Salah satu contohnya adalah Presiden Direktur PT XL Axiata Tbk (EXCL), Hasnul Suhaimi. Dia menceritakan bagaimana dirinya ditantang untuk turut andil dalam membesarkan perusahaan telekomunikasi tersebut. "Waktu itu saya ditantang, kalau dalam tiga tahun tidak bisa membesarkan XL, saya bisa dipecat," katanya sambil berkelakar saat berkunjung ke kantor Redaksi okezone akhir pekan ini. Dia merasa tertantang dengan hal itu, akhirnya memiliki visi yang dia sebut visi 123. Visi yang pertama adalah menjadi perusahaan telekomunikasi nomor satu di Indonesia. Visi dua dan tiga adalah perusahaan selama tiga tahun harus bisa menjadi perusahaan nomor dua terbesar "Memang susah, tapi semua harus bisa mencapai semuanya terutama dengan visi nomor satu," akunya. Akhirnya semua itu terbukti. Tantangan tersebut membuahkan hasil. Namun, dia mengaku keberhasilan XL melalui masa suli

Obsesi Sang Penggila IT Besarkan Commonwealth Bank

Gambar
بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ DUNIA perbankan dan kemajuan teknologi ibarat dua sisi mata uang yang bersisian. Bagaimana tidak, seiring dengan kemajuan teknologi, masyarakat modern juga dituntut untuk dapat menyelesaikan transaksi keuangan secara cepat dan mudah. Kapanpun dan dimanapun dia berada. Tanggung jawab itu menjadi obsesi dan pekerjaan Johmar Gazo, Chief Technology Officer di Commonwealth Indonesia. Dalam perbincangan khususnya dengan okezone beberapa waktu lalu, Johmar bicara blak-blakan tentang karir, mimpi, dan kepribadiannya. "Saya bergabung di Commonwealth Bank Australia (CBA) sejak tujuh tahun yang lalu, dan sejak empat tahun yang lalu menjabat sebagai general manager IT dan bertanggung jawab dalam mendukung proyek di India, Indonesia, Hong Kong, dan China," ungkap Johmar saat memulai perbincangannya. Besar di Filipina tetapi berkewarganegaraan Australia, laki-laki berusia 39 tahun ini mengaku sudah lama tertarik dengan segala seluk beluk IT.