Lapar Vs Ngidam

Banyak orang yang tidak pernah berhasil menjalankan diet, karena lebih mengutamakan rasa ngidam ketimbang rasa lapar. 

Alhasil, disaat perut sedang tidak lapar pun, orang makan dan tidak dapat mengontrol asupan makanan yang masuk.

"Jika kondisi kedua hal ini tidak bisa dibedakan, akibatnya, kita cenderung membiasakan perasaan ingin makan. Ini yang harus kita kontrol," ujar Muhammad Ferdyansyah Sechan, Nutrition and Health Science Executive PT Nutrifood Indonesia dalam bincang-bincang dengan media di Jakarta, Kamis (25/4).

Ferdy menjelaskan rasa lapar adalah rasa yang muncul secara perlahan dan biasanya beberapa jam setelah makan. Terasa dibawah leher (biasanya perut keroncongan), dan rasa lapar hilang setelah makan.

Sedangkan ngidam biasanya muncul tiba-tiba dan tidak berhubungan dengan jam makan. Biasanya terasa diatas leher, seperti ingin makan kue atau camilan lainnya. Ngidam juga tidak hilang setelah merasa kenyang, justru diiringi perasaan bersalah.

"Kita jadi merasa bersalah,  aduh kenapa tadi semua kuenya dimakan ya? hal inilah yang membuat seseorang sulit untuk menurunkan berat badan," tambah Ferdy.

Menurut Ferdy, jika setiap orang sudah bisa membedakan antara rasa lapar dan ngidam, maka tidak perlu repot menjalankan diet. Karena dengan kemampuan membaca sinyal tubuh, manusia sudah diet tanpa mereka sadari.

"Jadi mulailah belajar membaca sinyal tubuh dan mengontrol keinginan makan kita, niscaya tubuh akan ideal dan lebih sehat," pesannya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

4 Tipe Bos

Tips Galau

Biar Keliatan Pinter: Otak Kiri atau Otak kanan?